Let Us Study Together

Blog ini diutamakan untuk postingan-postingan tugas Leksikografi, Penyuntingan Bahasa dan Dialektologi. Namun kalau ada info, saran dan kritik yang membangun, yuk silakan tinggalkan komentar di mari :)

Selasa, 01 Maret 2011

HUBUNGAN DIALEKTOLOGI DAN SOSIOLINGUISTIK

1.      Hubungan Dialektologi dengan Sosiolinguistik
             Dialektologi sebenarnya merupakan salah satu cabang Linguistik Historis. Secara umum, dialektologi dapat disebut sebagai studi tentang dialek tertentu atau dialek-dialek suatu bahasa. Sedangkan kajian sosiolinguistik mendeskripsikan sejumlah variasi bahasa berdasarkan perbedaan variabel sosial, misalnya variabel daerah, status, ragam (style), usia, gender, dan keetnisan.kedua disiplin ilmu tersebut saling berhubungan dan oleh sebab itu dinamakan sosiodialektologi. Sosiodialektologi adalah gabungan dua disiplin ilmu yaitu sosiolinguistik dan dialektologi. Sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari   bahasa  yang  berhubungan   dengan   masyarakat (Hudson, 1980:3). Dialektologi adalah cabang linguistik yang mempelajari variasi-variasi bahasa dengan memperlakukannya dengan   struktur   yang utuh (Kridalaksana, 2001:42). Dialektologi juga mempelajari variasi bahasa dalam semua aspeknya (Keraf, 1984:143). Trudgill (1985 : 17) menyatakan bahwa dialek mengacu pada   perbedaan-perbedaan   antara macam-macam bahasa  yang  berbeda kosa kata,  tata bahasa dan juga pengucapannya. Ciri utama dialek ialah perbedaan dalam kesatuan, dan kesatuan   dalam perbedaan (Meillet, 1967:70). Ciri lainnya yaitu (1) dialek ialah seperangkat bentuk ujaran setempat yang berbeda-beda, yang memiliki ciri-ciri. Sosiodialektologi mengkaji perubahan tuturan dalam suatu   bahasa karena kontak sosial yang terjadi antar wilayah atau ruang geografis yang berbeda sehingga timbul daerah pembaharuan (inovasi) dan daerah peninggalan (relik).



2.      Persamaan dan Perbedaan Dialektologi dengan Sosiolinguistik
                     Pada mulanya, pengertian dialek merujuk kepada perbedaan regional yang ada diantara daerah pengamatan yang menghasilkan pemetaan bahasa/dialek/subdialek. Pengertian ini lama kelamaan juga mencakup dimensi social. Dalam dialektologi, penelitian yang mengupas perbedaan-perbedaan yang ada pada beberapa daerah pengamatan (DP) disebut dengan dialek geografis, sedangkan yang terjadi sebagai akibat perbedaan dimensi social disebut dialek social. Pada perkembangan awalnya, dialektologi membatasi kajian pada variasi bahasa berdasarkan variable geografis, kemudian dikenal sebagai studi geografi dialek atau geografi linguistic (dalam tulisan ini disebut dengan istilah dialek geografis). Perkembangan selanjutnya kajian dialektoogi merambah ke variasi berdasarkan variable social atau dialek social. Walaupun studi dialektologi telah lama masuk ke wilayah variasi social, tetapi sampai saat ini masih ada yang beranggapan bahwa focus dialektologi adalah variasi regional.
Merambahnya dialektologi ke wilayah variasi berdasarkan variable social menyebabkan timbulnya kekaburan batas antara dialek social dengan sosiolinguistik. Sejak tahun 1930-an para dialektolog Amerika telah menyadari pentingnya dimensi sisal alam studi dialektologi. Mereka mengakui pentingnya peranan dimensi social, sekalipun tujuan utama penelitiannya adalah dialek geografis. Adapun untuk membedakan dialek social dan sosiolinguistik dapat dicermati pendapat Halliday yang membedakan dialek dan register sebagai berikut:
Dialek
Register
Variasi bahasa berdasarkan pemakai
Variasi bahasa berdasarkan pemakaiannya
Jawaban dari what you speak (habitually) yang ditentukan oleh “siapa Anda?”
Jawaban dari what you are speaking? (at given time) yang ditentukan oleh “apa yang sedang Anda lakukan?”
Variasi dialectal mencerminkan golongan social dalam hal hierarki dari struktur social
Variasi registeral mencerminkan golongan social dalam hal proses social (interaksi social)
Dialek merupakan variasi bahasa yang bersifat dialectal (salah satu objek kajian dialektologi): perbedaan berbahasa didasarkan bahasa perbedaan kelompok social
Register merupakan variasi registeral atau register (salah satu objek kajian sosiolinguistik): perbedaan berbahasa disebabkan oleh perbedaan konteks

Perbedaan antara dialek dan register ini menjadikan batas kajian dialektologi dan sosiolinguistik menjadi lebih jelas. Namun tidak dapat dipungkiri terjadinya intereksi antara kedua bidang itu. Varian tertentu, misalnya, tidak saja diberi cirri asal geografis (geografis maupun social), penutur, tetapi juga oleh topic, mitra tutur, dan situasi pembicaraannya. Di samping itu, hasil kajian dialektologi dapat dijadikan sumber data sekunder oleh sosiolinguistik modern. Dalam dialektologi, tidak ada dialek yang lebih tinggi statusnya dari dialek lainnya. Adapun anggapan bahwa sebuah dialek dianggap lebih tinggi statusnya dari dialek lain merupakan anggapan yang didasari pertimbangan sosiolinguistik.
Dialektologi mendeskripsikan variasi bahasa dengan memperlakukannya secara  utuh.  Variasi  bahasa  dalam  kajian  dialek  dibedakan  berdasarkan  waktu, tempat, dan sosial penutur.  Artinya, ada dialek temporal, seperti Melayu Kuno; dialek  regional,  seperti  Melayu  Ambon,  Melayu  Jakarta;  dialek  sosial,  seperti bahasa Indonesia yang digunakan oleh etnis yang berbeda. Dialek regional yang dalam kajiannya disebut dialek geografi/geografi dialek  mendeskripsikan variasi bahasa berdasarkan variabel geografi atau daerah pengamatan, sedangkan dialek sosial yang merupakan bagian dari kajian sosiolinguistik mendeskripsikan variasi bahasa  berdasarkan  variabel  sosial.  Dialek  temporal  mendeskripsikan  variasi bahasa berdasarkan kurun waktu. Dialek temporal dalam kajian ini diidentikkan dengan variasi bahasa berdasarkan perbedaan latar belakang historis. Kajian    dialek    geografi    mendeskripsikan    sejumlah    variasi    bahasa berdasarkan wilayah, membandingkannya antara satu wilayah dan wilayah yang lain, dan mengelompokkan variasi yang sama dalam sebuah wilayah tertentu, baik itu  secara  sinkronis  maupun  diakronis.  Variasi  bahasa  tersebut  diabstraksikan dalam sebuah peta bahasa dengan bantuan lambang-lambang atau sistem tertentu dan garis isoglos yang menyatukan persamaan, serta heteroglos yang memisahkan perbedaan variasi bahasa tersebut. 
Kajian sosiolinguistik mendeskripsikan sejumlah variasi bahasa berdasarkan  perbedaan  variabel  sosial,  misalnya  variabel  daerah,  status,  ragam (style),  usia,  gender,  dan  keetnisan. Adanya perbedaan tuturan  yang  dilatarbelakangi  perbedaan  variabel  sosial  tersebut,  terbentuklah variasi bahasa. Tambahan pula, adanya upaya menyamakan tuturan atau membedakan tuturan dengan mitra tuturnya dan berlangsung secara terus menerus terjadilah apa yang dinamakan konvergensi dan divergensi bahasa. Penutur yang berkonvergensi dan berdivergensi itu dilatarbelakangi oleh perbedaan sosial dan geografis ketika berinteraksi. Dilihat  dari  sudut  kepentingan  kajian  didapati  bahwa  kajian  dialektologi umumnya   lebih   mementingkan   keadaan   variasi   bahasa   yang   ada   daripada mengkaji   proses   munculnya   perbedaan   bahasa   tersebut,   sedangkan   kajian.

3 komentar:

Mencoba Belajar mengatakan...

:((

Mencoba Belajar mengatakan...

:kiss

Uliyati mengatakan...

:bata

:0: :10: :11: :12: :13:
:14: :15: :16: :17:
:18: :19: :20: :21:
:22: :23: :24: :25:
:26: :27: :28: :29:
:30: :31: :32: :33:
:34: :35: :36: :37:
:38: :39: :40: :41:
:42: :43: :44: :45:
:46: :47: :48: :49:
:50: :51: :52: :53:
:54: :55: :56: :57:
:58: :59: :60: :61:
:62: :63: :64: :65:
:66: :67: :68:
:69: :70: :71: :72:
:73: :74: :75: :76:
:77: :78: :79: :80:
:81: :82: :83:
:84: :85: :86: :87:
:88: :89: :90: :91:
:92: :93: :94: :95:
:96: :97: :98: :99:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms